Sunday, June 30, 2019

Waspadai !,Ini 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil !

Add caption
Nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat asupan oksigen ke janin berkurang. Jika Bunda merokok, maka sama saja memaksa janin untuk bernapas lewat pipa yang sempit. Oksigen yang dibawa darah pun jadi sangat sedikit, sehingga janin kekurangan asupan makanan untuk berkembang, dan bayi lahir sangat kecil. Paru-paru mereka pun tidak berkembang dengan sempurna.

Bayi yang dilahirkan oleh Bunda perokok pun berisiko dua hingga tiga kali lipat mengalami sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu kematian mendadak pada bayi yang sebab pastinya tidak diketahui. Di masa depan, anak juga memiliki risiko lebih besar mengalami masalah belajar, mengendalikan perilaku, dan tingkat intelegensia rendah.

Tapi, tak ada kata terlambat untuk mematahkan semua batang rokok yang Anda beli, jika Anda ingin menyelamatkan anak Anda. Journal Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa jika Anda segera berhenti sebelum kehamilan berusia tiga bulan, berat badan bayi bisa normal saat dilahirkan. Namun, jika Anda baru melakukannya di trimester akhir, kemungkinan sudah sulit.


Lalu bagaimana kalau sudah berhenti, tapi orang di sekitarnya masih merokok? Berbagai penelitian telah dilakukan. Salah satunya oleh WHO yang menyatakan, jika calon Mama menjadi perokok pasif, efeknya pada janin hampir sama dengan jika Mamanya perokok.

Oleh sebab itu, diperlukan pembatasan area untuk perokok dan area bebas rokok. Kawasan Tanpa Rokok wajib ada di tempat pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan.

Sebagian menyediakan tempat khusus untuk perokok, tapi sayangnya sebagian hanya memisahkan lokasi tanpa memberi pembatas sehingga tetap saja asap rokok bisa terbang ke daerah bebas rokok.

Seperti dilansir"health.detik.com (19/05/2011)


  1. Asap rokok bisa menyebabkan kematian dini (premature death) pada bayi yang sedang dikandung dan menimbulkan penyakit ketika bayi tersebut lahir
  2. Berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena racun dalam rokok bisa menghambat aliran darah yang merupakan sumber nutrisi bagi bayi
  3. Asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi meninggal akibat mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar asap rokok
  4. Meningkatkan risiko bayi terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga dan memperlambat pertumbuhan paru-paru
  5. Asap rokok selama hamil bisa menyebabkan perubahan dalam struktur DNA bayi yang nantinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya
  6. Mengganggu pertumbuhan otak janin selama di dalam kandungan, serta berisiko mengalami keterbelakangan mental
  7. Sering terpapar asap rokok bisa membuat bayi lahir prematur yang umumnya memiliki perkembangan organ tubuh yang belum sempurna


0 comments:

Post a Comment